PT.SBSL Sembelih Sapi Qurban

gerakanaktif.net, Penajam – Memperingati Idul Adha 1439 H, PT.SBSL yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit ini menyembelih hewan kurban, daging tersebut di bagikan ke warga sekitar dan karyawan.

Legal PT.SBSL  Simon Pangabean mengatakan, pada tahun ini pihaknya memotong hewan kurban sapi dan kambing. “Dari hewan kurban tersebut, kami mendapatkan ratusan bungkus daging kurban untuk dibagikan.” katanya.

Daging hewan kurban diberikan kepada masyakarat sekitar dan karyawan harian. “Kami bersyukur karena acara pembagian daging kurban bisa berjalan dengan tertib dan lancar, selain itu PT. SBSL juga menyerahan bantuan hewan qurban ke kodim Penajam Paser Utara” ungkapnya.

Menurut Legal PT.SBSL Simon Pangabean, pihaknya terus meningkatkan kinerja dan produktivitas perusahaan. Dengan majunya perusahaan maka akan berdampak kepada kesejahteraan karyawannya. Harapannya, semoga pada Idul Adha tahun depan, jumlah hewan kurban bisa bertambah sehingga masyarakat yang mendapatkan daging kurban juga bertambah.

Legal PT.SBSL Simon Pangabean menjelaskan, Yang Pertama, makna berkurban adalah mendekatkan diri kepada Allah SWT. “Berkurban” itu berarti kesunggguhan manusia dengan menyerahkan segalanya kepada Allah Sang Pencipta. Seperti misalnya Nabi Ibrahim yang telah mengikhlaskan Putranya (Nabi Ismail) yang sesungguhnya sangat beliau cintai, dengan perintah Allah maka beliau rela untuk mengurbankan putranya tersebut, hal ini tentunya merupakan wujud dari penyerahan dirinya kepada Allah SWT.

Yang Kedua, dengan cara berkurban manusia tersebut diajarkan untuk berbagi kepada para mukmin lain, yang pastinya mereka kurang mampu. sepeti misalnya yang telah dipaparkan sebelumnya, bahwa Allah SWT selalu mempunyai alasan yang sangat kuat untuk memerintahkan para hambanya (manusia) untuk berkurban. Dengan adanya kurban ini kaum muslim yang kurang mampu juga ikut merasakan bagaimana indahnya islam dengan adanya hari kurban tersebut.

Yang Ketiga, dengan berkurban keikhlasan dari manusia itu pastinya diuji, diuji dari sifat rakus dan tamak akan harta dunia yang mereka senangi. Kurban itu berarti memberikan apa yang telah kita cintai (duniawi) serta apa yang kita sayangi, dalam hal ini adalah harta yang kita miliki, yakni dengan cara berkurban tersebut.(AA)

Tinggalkan Balasan