Ritual” Muiq Taneq” Desa Buluq Sen

GERAKAN AKTIF – Tabang.  22/02/2020. Sebuah acara ritual yang dilaksanakan di wilayah Desa Buluq Sen, tepatnya di Pondok Labu Kecamatan Tabang Kabupaten Kutai Kartanegara.  Acara tersebut merupakan salah satu upacara yang dianggap saklar oleh suku Dayak pada umumnya. Dimana acara tersebut adalah sebuah budaya yang sangat melekat pada Adat Istiadat yang diakui oleh para petuah-petuah Adat Dayak pada jaman dahulu hingga sekarang ini. Ritual kali ini merupakan sebuah ritual Melas Tanah yang disebut dengan “MUIQ TANEQ” atau dengan kata lain cuci tanah.

Cuci tanah ini adalah salah satu upacara yang diwajibkan jika wilayah tersebut tercemar olah orang-orang yang mengotorinya dengan sifat dan perbuatan tercela, misalnya melakukan perbuatan asusila atau perjinahan. Seperti yang dikabarkan bahwa ditempat tersebut pada beberapa tahun yang lalu, sebuah kasus yang sempat mengegerkan orang-orang sekitar, dimana seorang laki-laki berinisial TR (46) tega mencabuli anak tirinya selama kurang lebih 3 tahun. Kasus tersebut baru terungkap pada Oktober 2019 lalu. Dan saat ini TR telah ditahan oleh pihak yang berwajib serta mempertanggung jawabkan kesalahannya di sel tahanan Polres Kutai Kartanegara.  Atas dasar itu, Adat Desa Buluq Sen beserta Pemangku Adat Sekecamatan Tabang (Edy Gunawan Areq Lung) dan Ketua Adat Dayak Kenyah Kaltim (Ajang Kedung) turut hadir dalam upacara ritual tersebut.

Secara Adat, acara tersebut diawali dengan pembacaan Do’a, kemudian nyirih bersama dan selanjutnya penyebelihan babi oleh Ketua Lembaga Adat Desa Buluq sen (Pebalan-red) diserati baca mantra yang memiliki tujuan agar dengan acara ritual tersebut semua yang ada di wilayah Desa Buluq Sen dan sekitarnya terhidar dari hal-hal negatif.

Seusai acara ritual Melas Tanah/ Cuci Tanah, semua rombongan beserta undangan yang hadir lansung menuju Desa Buluq Sen tepatnya di Balai Adat Desa Buluq Sen untuk melaksanakan do’a bersama atas acara yang telah di laksanakan, serta memberi pandangan kepada seluruh lapisan Masyarakat agar hal seperti ini jangan sampai terulang kembali. Dalam kesempatan ini pula Ketua Dewan Adat Dayak Kenyah Kaltim (Ajang Kedung-red) menjelaskan sedikit mengenai acara Muiq Taneq ini “Hari ini adalah presesi ritual Lemueq Tanaq (Cuci Tanah-red) atau buang sial itu secara tradisi kita. Namun didalam tradisi ini, karena kita sudah punya keyakinan, beragama secara Kristen maka ini tetapkan kepada sang pencipta yaitu Tuhan” Jelas Ajang.  Lebih lanjut “ Secara implementasi adat istiadat yang menjunjung tinggi saklaritas, keberadaan kita didunia ini dan melaksanakan kehidupan kita sebaik mungkin, kelakuan kita yang berdampak pada masyarakat banyak yang ini kita bersihkan.  Jangan sampai masyarakat banyak kena dampaknya” Terang Ajang kepada media ini. Hingga acara ini selesai, seluruh  anggota masyarakat beserta tamu undangan dipersilakan  untuk saling berjabat tangan demi terjalinya tali persaudaraan. GA/*mrg

Tinggalkan Balasan